Memahami Prilaku Harga dan Identifikasi Supply and Demand

Dalam memahami pergerakan harga dan membantu identifikasi supply and demand, ada baiknya kita coba mempelajari apa yang di sebut sebagai prilaku harga atau price behaviour. Ada 2 topik utama yaitu : 

Harga dan Faktor yang menggerakkannya. Analisa struktur harga / Market structure

Harga dan Faktor yang menggerakkannya

Pergerakan harga adalah akibat langsung dari Persepsi Kolektif dari seluruh Buyer dan Seller di pasar. Jika persepsi ini berubah, maka harga pun akan berubah. sebagai contoh pada posisi harga yang rendah (low) di chart, jika tidak ada seller yang bersedia menjual pada level rendah tersebut serta menginginkan harga yang lebih tinggi untuk jual.



Pada Gambar 2.1 terlihat jelas bahwa, ketika harga sudah bergerak terlalu jauh, opsi untuk sell di low menjadi sangat beresiko dibandingkan sell di high. Penurunan yang yang tajam, mendorong trader pemula melakukan short/selling. Ini adalah kesalahan pertama. Kesalahan kedua sell di area support atau area demand.
Sebaliknya pada posisi harga yang tinggi (high), jika buyer menolak membeli harga yang ada kini, dan hanya bersedia membeli pada harga yang lebih rendah, serta pada saat yang bersamaan seller bersedia jual pada lower level, maka harga akan turun. Persepsi kolektif inilah yang terus hidup dan mampu menggerakkan harga hingga level ekstrim pada saat naik atau turun.


Pada Gambar 2.3 terlihat jelas bahwa, ketika harga sudah bergerak terlalu jauh, opsi untuk buy di high menjadi sangat beresiko dibandingkan buy di low. Kenaikan yang yang tajam, mendorong trader pemula melakukan buy. Ini adalah kesalahan pertama. Kesalahan kedua buy di area resistance atau area supply.

Tidak bisa dipungkiri bahwa 95% trader mengalami kerugian, dan hanya 5% saja yang survive dan konsisten profit. Agar bisa menghasilkan trade yang sukses, kita harus mampu memahami jalan pikiran orang lain dan bagaimana ia berfungsi pada situasi trading yang berbeda. Seluruh emosi manusia ini akan tercermin pada Price Action dan chart serta menjadi sumber peluang bagi Successful trader.

Kita dapat melihat faktor emosi dan mengenalinya pada chart, Kesuksesan kita sebagai trader tergantung pada kemampuan untuk memahami kondisi psikis yang mempengaruhi harga dan memanfaatkannya bagi keuntungan kita. Successful trader adalah yang mampu melihat peluang yang timbul dari emosi serta kesalahan analisa trader lain.

Emosi manusia serta pola pikir yang tidak rasional ini banyak membuat repetitive pattern (pola berulang) pada chart. Pada Gambar 2.2 dan Gambar 2.4 terjadi pola kesalahan berulang Trader Pemula (Novice Trader). Kesalahan yang terjadi berulang inilah yang bisa kita identifikasi, dimanfaatkan, dan menjadi peluang mencetak profit. Inilah sebabnya mengapa perilaku harga menjadi penting karena tercermin pada pergerakan pasar akibat ketidakrasionalan yang ada pada diri kita dan selalu berulang. Memahami nya akan memberi kita keunggulan (THE EDGE).

THE EDGE, inilah yang akan membedakan professional dan Trader Pemula (Novice Trader). Tanpa memiliki keunggulan, kita akan kehilangan uang dalam pertempuran. Professional trader tidak akan memilih trade yang high risk/low reward. Keunggulan itu sendiri adalah setup pada chart yang punya probabilitas tinggi, dan pada akhirnya memberikan keuntungan dan kemungkinan pola ini akan berulang di waktu mendatang.

Dimana kita temukan THE EDGE (keunggulan) ini :

1. The edge dapat ditemukan pada tempat pertempuran Buyer dan Seller yang paling sengit di zona SND (Gambar 2.5), dan yang kita lakukan adalah menunggu untuk melihat siapa pemenang dan siapa yang kalah (Gambar 2.6) 

2. Support and resistance, break out terjadi saat harga menembus support resistance sebelumnya. Jika break out, maka trend follower akan bergerak mengikuti harga karena "gap", ada kesamaan pola pikir/persepsi saat break out terjadi. (Gambar 2.7 & Gambar 2.8) 

3. Harga saat mendekati level SNR/SND (approach), sering menunjukkan ketidakstabilan, terkadang dengan momentum atau sering terjadi compression. Jika level SNR/SND ini di jebol/break out maka harga cendrung terus bergerak untuk beberapa saat dan jarak yang di tempuh cukup substansial. (Gambar 2.9). Pembahasan detail tentang approach, akan di bahas di materi khusus P.A.R (Past, Approach, Reaction).




Dari beberapa contoh diatas, kita mendapatkan gambaran bahwa THE EDGE Successful Trader di temukan di batas batas Harga baik di SNR dan juga SND Zone. Identifikasi batas batas harga ini, menjadi hal krusial yang wajib dipelajari.



Mari kita gunakan, contoh dari (Gambar 2.3), Dengan mengidentifikasi pola kesalahan berulang Trader Pemula (Novice Trader), bisa menjadi keuntungan Successful Trader




Dalam melihat chart, sebaiknya kita melihat dalam perspektif probabilitas.

Tidak ada yang tahu harga akan bergerak kemana (apakah naik atau turun) 
Setiap trade dapat menjadi Winner atau Losser. 

Tapi kita ingin mencari trade yang memiliki probabilitas tinggi sehingga dalam jangka panjang dapat secara konsisten menghasilkan lebih banyak winning trade dari pada losing trades. Pada (Gambar 2.12 & Gambar 2.13), secara objektif, entry yang dilakukan low risk high reward, karena saat harga kembali mengunjungi supply area, harga sudah terlalu mahal, dan buy di saat harga sudah kembali murah. Kita tidak berupaya untuk memprediksi arah harga, karena Tuhan juga tidak meminta kita jadi peramal.

Kebanyakan trader pemula mengambil jalan sebagai Peramal, dan sering mengucapkan "Saya pikir US Dollar akan naik" atau "saya rasa GBPUSD akan turun", ini menunjukkan bahwa mereka mencoba meramal masa depan.

Jika benar maka mereka akan euforia, merasa bahagia setinggi langit, namun jika salah mereka akan merasa terpukul dan mulai menyalahkan kanan kiri.

Karena tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak, mengapa anda harus meletakkan beban di pundak untuk meramal harga ?

Yang kita perlukan adalah reaktif ketimbang prediktif. Jika terjadi kondisi X, maka anda bisa bertindak sebagai buyer. Jika terjadi Y, maka anda bertindak sebagai Seller. X dan Y adalah kondisi yang terjadi dalam pasar yang memenuhi kriteria set rule yang ada. Professional trader tiap hari masuk di pasar tidak membuat prediksi namun bereaksi terhadap gerak harga day in day out, karena memiliki set rule untuk entry/exit dan hanya mengambil low risk/high reward trade. Kuncinya konsistensi. Trading itu simpel namun tidak mudah. 

Dibutuhkan banyak waktu dan studi bagi seseorang untuk menyadari bahwa trading itu simpel. Dan perlu waktu bertahun tahun (saya harap ini tidak terjadi pada anda) dengan banyak losing trades untuk membuat orang memahami betapa sulitnya untuk tetap simpel, serta tidak melupakan prinsip dasar trading itu sendiri.

Dengan mempelajari Perilaku harga, kita sadar bahwa :
  • Kita berusaha mencari probabilitas (dari pola yang terjadi berulang di Market) untuk memprediksi arah pergerakan harga.
  • Price/harga adalah leading indicator, dengan menerima kenyataan bahwa manusia di Finansial market digerakkan oleh faktor emosional, maka harga adalah leading indicator sebagai cerminan perilaku buyer/seller.
  • Mengetahui kondisi psikologis (sentimen pasar) dari hargalah (leading indicator) kita ketahui apakah mereka bullish/bearish, gembira/kecewa dan kesemuanya dapat ditemukan pada chart lebih mudah dari apa yang anda dipikirkan.
  • Semua kondisi psikologis ini akan memberi informasi untuk mengetahui supply and demand yang terjadi di Pasar.

 Analisa Struktur Harga

Tidak lengkap rasanya ketika mempelajari Teknikal Analisis Price Action, tanpa memahami Stuktur Harga/Market Structure. Berbicara tentang Market structure tidak terlepas dari Konsep Dasar Dow Theory. Dow Theory sudah digunakan selama bertahun tahun, dan menjadi Pondasi dasar dari Teknikal Analisis Price Action.

Adalah Seorang Charles Dow dan rekannya Edward Jones mendirikan Dow Jones & Company pada tahun 1882. Sebagian besar Technical Analyst dan peneliti pasar sepakat bahwa sebagian besar dari apa yang di sebut analisa teknikal saat ini berawal dari teori yang pertama kali diajukan oleh Dow sekitar pergantian abad lalu. Dow menerbitkan gagasannya dalam serangkaian editorial yang dia tulis untuk Wall Street Journal. Sebagian besar trader saat ini mengenali dan mengasimilasi gagasan dasar Dow, terlepas apakah mereka mengenali sumbernya atau tidak. Teori Dow masih merupakan landasan utama analisa teknikal, dan bahkan dalam menghadapi teknologi komputer mutakhir saat ini serta perkembangan indicator teknis yang lebih baru dan seharusnya lebih baik.

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, bahwa ada 3 Pondasi Dasar dari Teknikal analisis, salah satu nya adalah "Price moves in trend - Harga bergerak di dalam trend". Kemampuan untuk mengidentifikasi suatu trend merupakan salah satu faktor kunci dalam studi teknikal analisis. Mungkin anda sering mendengar kalimat "Trend is your friend - Trend adalah teman anda" atau "Never fight the trend - Jangan pernah melawaran. Lantas apa itu trend?

Trend bisa di definisikan sebagai kecendrungan arah pergerakan harga pada suatu pasar. dimana trend sendiri bergerak layaknya gelombang (Gambar 2.14). Gelombang (wave) terbagi dua : 

1. Impulse Wave (gerak searah trend), memberitahu arah trend yang seharus nya kita ambil dalam melakukan trade.

2. Corrective Wave (gerak koreksi/berlawanan arah trend), adalah gelombang koreksi yang memberi informasi hingga kita bisa entry pada level harga yang murah (dalam hal uptrend).

Ingat bagaimana Laird Hamilton surfing searah ombak yang ganas, sekiranya ia melawan ombak, tergulung habis si Laird dan tidak akan menjadi seorang legenda pro surfer yang masih hidup.

Trend ini terlepas dari time frame yang digunakan, bisa terlihat dari M1 sampai Monthly. karena struktur harga dan struktur chart adalah konstan. Yang membuat perbedaan adalah manusia yang melakukan trade pada masing masing frame tersebut, dan yang akan kita pelajari adalah bagaimana melakukan trade atas perilaku mereka.

Ketika suatu trend telah dimulai, market akan terus bergerak dalam arah yang sama hingga suatu mayor event news secara fundamental mengubah arah atau keseimbangan nya. Persis seperti ombak yang bergerak hingga memecah bibir pantai.

Diperlukan waktu dan upaya yang besar untuk mengubah arah trend. Semakin besar Time Frame yang digunakan, makin signifikan gelombang yang ada. Jadi itulah yang dimaksud bahwa reversal adalah proses yang tidak terjadi begitu saja, butuh waktu dan tenaga untuk membalikkan arah gelombang.

Trader sebagai manusia cenderung melakukan hal yang sama berulang kali, dengan demikian maka kesalahan pun sering terjadi berulang ulang. Seperti kata pepatah "Sejarah selalu berulang", gerak pasar dapat dikuantifikasi, setidaknya memiliki pola yang terjadi berulang. Pola yang di akibatkan pergerakan harga, kita sebut sebagai signal. 

cek postingan tentang siklus harga price action 

Belum ada Komentar untuk "Memahami Prilaku Harga dan Identifikasi Supply and Demand"

Posting Komentar

Komentar yang relevan dengan isi artikel akan di approve :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel