Strategi Entry Pembalikan saat Break Out Trendline

Disebutkan sebelumnya bahwa level support dan resistance justru membalikkan perannya jika tertembus. Prinsip yang sama berlaku untuk trendline. Dengan kata lain, up-trendline (garis support) biasanya akan menjadi resistance setelah tertembus secara signifikan. Down trendline (garis resistance) akan menjadi garis support juga setelah ditembus. Inilah sebabnya mengapa sebaiknya memproyeksikan semua trendline ke kanan sejauh mungkin pada chart, bahkan setelah trendline itu ditembus. Sangat mengejutkan karena kita bisa melihat betapa seringnya terndline lama berfungsi sebagai garis support danresistance lagi dimasa depan, namun dalam peran dan fungsi yang berlawanan.

Ada 2 metode yang digunakan dalam strategi break out trendline : Entry on break out dan Entry on Pullback

Entry on break out trendline

Entry on break out adalah strategi yang paling umum, yang digunakan kebanyakan trader. Saat candle close keluar dari level trendline, maka bisa dilakukan entry on break out. Pendekatan entry break out yang kita gunakan, mungkin agak sedikit berbeda dengan kebanyakan trader lain. Pastikan tercipta nya base saat break out.

Alasan terbentuknya base sangat sederhana, agar Stop Loss yang digunakan menjadi lebih kecil, Stop loss yang digunakan tepat berada di batas atas dari base tersebut jika down trend, batas bawah base jika uptrend.

Penempatan SL pada Entry on break out

Adapun strategi lain yakni entry on pullback setelah break out Trendline. Pendekatan yang digunakan adalah mengacu pada base yang terbentuk saat break out, ketika terjadi break out up-trendline, akan tercipta supply, saat breakout down-trendline, akan tercipta demand.

Dengan contoh Chart yang sama pada EURGBP, sebenarnya kita juga akan mendapatkan peluang entry yang sangat low risk dan high reward. Teknik ini kebanyakan digunakan oleh chartist yang menggunakan teknikal analisis supply and demand. 

Entry on pullback saat break out trendline

Mari kita gunakan beberapa contoh lain dari entry on pullback saat terjadinya break out trendline dari beberapa chart.

Entry sell on pullback pada Chart Daily AUDUSD

 

Entry sell on pullback pada Daily
Entry buy on pullback pada Chart Daily usdcad


Rule setup entry on pullback breakout trendline

Dari beberapa contoh diatas, kita melihat ada persamaan pola baik setup buy reversal break out uptrendline atau sell reversal break out down-trendline. Sebelum terjadinya break out up-trendline, harga akan membuat higher high yang semakin meninggi pada bulatan orange. 3 kali tap, bisa juga 2 kali tap, dan tidak harus sejajar membentuk channel line (trendline yang sejajar dari swinghigh dan swing low). Demikian juga halnya ketika down trend.

Ketika trendline berhasil ditembus, dan iringi terciptanya base, maka sudah tervalidasi terjadinya trend reversal, tunggu terjadi nya koreksi dari pola abc, dan entry sell bisa dilakukan pada zona base. Saat break out up-trendline. sebaliknya entry buy, saat break out down-trendline.

Base yang tercipta, baik supply atau demand saat terjadinya break out trendline, disebut sebagai Decision Point (DP). Dan biasanya pola yang terbentuk adalah Drop base Drop saat down break out up-trendline, atau rally base rally saat break out down-trendline. 

Belum ada Komentar untuk "Strategi Entry Pembalikan saat Break Out Trendline"

Posting Komentar

Komentar yang relevan dengan isi artikel akan di approve :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel